Jumat, 01 November 2019

PEMAKARAN ITU POLITIK KOLONIALISME


Jubir: Internasional KNPB
           Victor Yeimo 

Pemekeran itu politik kolonialisme Indonesia. Politik kolonialisme digerakan oleh nafsu eksploitasi sumber ekonomi di wilayah jajahan. Watak ekspansionis, warisan sejarah kerajaan Majapahit dan imperium barat itulah yang ada dalam otak Jokowi dan kabinetnya. Sehingga kalau bukan karena cadangan 20 miliar ton tambang Freeport di GB, GBC, BC, DBCv, dan kucing liar yang akan dirampok hingga tahun 2059, tidak mungkin manusia Papua dianggap monyet yang harus dibasmi dengan strategi pemekaran.

Tito Karnavian punya anak Perusahan di Freeport. Budi Sunandi,  Bos PT. Inalum yang bikin divestasi  hingga 51% saham  Freeport ini jadi Wamen BUMN. Luhut Panjaitan, hingga Mahfud MD, akan menjamin investasi aman di Papua. Kemanusiaan TNI dan Polri  jadi martir melawan dan membunuh-dibunuh- demi elit penguasa kolonial dan kapitalis. Maka juga, pemekaran dipercepat agar para pemburu SDA ini bisa memuluskan transaksi ekonomi politiknya.

Pancasila, NKRI, UUD, dan segala macam instrumen nilai dan sistem hanya dipakai sebagai tameng pencitraan untuk sekedar  mendulang legitimasi rakyat Papua, Indonesia dan internasional. Padahal tujuan utamanya adalah perburuan harta kekayaan dari SDA bangsa Papua. Adalah watak lazim dari kolonialisme yang adalah anak kandung imperialisme.

Kemiskinan struktural ditambah hegemoni kolonial dan kapitalis membuat sebagian orang Papua rela jual harga dirinya untuk menjadi boneka dan budak kolonial. Memanfaatkan penderitaan perjuangan bangsa Papua demi mengejar ambisi kekuasaan dalam NKRI. Mereka adalah pasien di ruang gawat darurat yang sedang mencari obat penenang sebentar sebelum mati.

Lantas, apakah pemekaran, eksploitasi SDA, migrasi pendatang, represi militer, akan membunuh perjuangan kemerdekaan bangsa Papua? Akankah strategi AS di California berhasil diterapkan kolonial Indonesia  di Papua? Saya sangat yakin bahwa semua paket politik ekonomi kolonial dan kapitalis.

Sabtu, 19 Oktober 2019

KEHARUSAN KETUA DPRP PAPUA " ORANG ASLI PAPUA" TIDAK ADA LEGALITAS DI UU OTSUS NO 21 TAHUN 2001.?


Kami (rakyat) papua tahu bahwa, Undang-undang No 21 tahun  2001 tidak mengatur tentang keharusan Ketua DPRP  orang asli papua bahkan pendelegasian dari amanat Otsus itu sendiri pun tidak ada regulasi  (perdasi) yang melegitimasi Ketua DPRP harus Orang asli Papua

Kami (rakyat) papua, tahu sesuai dengan peraturan perundang undangan Otsus  mengatur tentang gubernur harus orang papua, bukan DPRP.

Sebagaimana diatur dalam  Pasal 12
Yang dapat dipilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Warga Negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat:
a. orang asli Papua. Kami tahu dalam Amanat Otsus mengatur tentang gubernur papua diharuskan orang asli papua seperti apa yang tercantum diatas.

Kami (rakyat) papua yang peduli dengan pemimpin yang humanis serta dedikasi yang tinggi terhadap rakyat papua diberbagai aspek. Sehingga jika prinsip Eksistensi Otsus  adalah mengatur rumah tangga sendiri/prakarsa sendiri (Desentralisasi). Maka indonesia sebagai negara  hukum dan demokrasi tentunya wajib berdasarkan kehendak rakyat  sebagai hukum tertinggi, karena rakyat adalah pemegang  kedaulatan tertinggi dan kerjakan oleh MPR. dengan melihat potret konsep negara indonesia seperti itu berarti MPR salah mengeluarkan ketetapan dalam pembentukan Undang-undang Otsus, sehingga hari ini dalam konteks kehidupan rakyat papua  Otsus gagal karena  tidak mampu memproteksi hak-hak Fundamental Rakyat Papua.

Kami (Rakyat) papua menuntut sebuah kata yang perna diucapkan oleh Surya Palo bahwa suatu saat anak dari ufuk timur akan jadi presiden dikelak, ungkapan itu kami (rakyat) papua menafsirkan bahwa Rekomendasi Ketua DPRP Papua akan diberikan kepada anak bangsa papua bukan Orang darah campuran melayu.

Soal rekomendasi itu hak  prerogatif sebagai ketua Partai atau pemegang kekuasaan. Maka tidak diharuskan untuk relevansi dengan undang-undang dan hukum yang ada. Lanrenzus Kadepan Juga sudah menang di beberapa kabupaten dan juga sebagai kader terbaik partai nasdem. Hal ini menunjukan satu kebijakan politik yang mendiskreditkan intelektualitas  dan marginalisasi terhadap orang asli papua.

Jumat, 18 Oktober 2019

Pemerintah PNG Siap Menyambut Pengungsi Papua Barat Jika Mereka Rasa Tidak Aman di West Papua


Thursday, 17 October 2019

P hoto of PNG PM James Marape when he speech at Parliament Haous of PNG (pic google supplied)

17:23 GMT + 12, 14/10/2019, Papua Nugini
  Papua Nugini siap menyambut para pengungsi dari Papua Barat jika mereka memutuskan untuk mencari perlindungan di negara itu. 


Report in English, please click here, PNG welcome West Papua refugees
 
Perdana Menteri James Marape membuat pernyataan ini di Parlemen pada hari Jumat Tanggal 17 October 2019 ketika menanggapi serangkaian pertanyaan oleh Pemimpin Oposisi Belden Namah tentang sikap pemerintah terhadap konflik Papua Barat yang sedang berlangsung dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
 
“Izinkan saya mengumumkan kepada dunia, jika situasi pengungsi terjadi akibat konflik Politik di Papua Barat, maka kami adalah orang Melanesia, kami siapmengeluarkan sisa sisa uang toeaKami yang terakhir Demi Untukkami menerima pengungsi rakyat Papua Barat yang merupakan Satu bangsa dengan negara kami.
 
“Itu kalau mereka datang, kita orang Melanesia keramahtamahan kita tetap berjaga sampai pada biaya kita sendiri yang akan bertanggungjawab, Dan kita akan mengurusnya.

“Tetapi pada contoh pertama apa pun yang terjadi di sisi lain perbatasan adalah milik pemerintah Indonesia, adalah tanggung jawab mereka, kami hanya dapat memberi saran dan kami hanya dapat menyampaikan kekhawatiran dari sisi ini,” kata PM Marape.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Marape lebih lanjut mengatakan PNG akan menghormati kedaulatan Indonesia dan tidak ikut campur dalam urusannya.
 
Dia mengatakan kebijakan luar negeri PNG selalu menjadi 'Teman untuk semua dan musuh bagi siapa pun.'
 
Marape mengatakan selain mendukung seruan selama Forum Kepulauan Pasifik baru-baru ini, untuk penyelidikan independen terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia, ia secara pribadi memanggil Duta Besar Indonesia untuk PNG guna briefing dan menyampaikan ketidakpuasannya atas kerusuhan yang sedang berlangsung.
 
“Sejauh tanggung jawab terhadap lingkungan internasional yang lebih besar yang kami miliki, kami mengirimkan kekhawatiran itu melalui saluran diplomatik melintasi Istana di Jakarta dan Istana telah mendengar keprihatinan kami.
 
“Tanggapan yang kami dapatkan dari Indonesia adalah bahwa Presiden lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang di Papua Barat.
 
"Faktanya, dia telah melakukan satu perjalanan yang dikenal ke Papua Barat sejak insiden itu terjadi untuk duduk dan memulai berbarengandengan Dewan dan Kepala di sana yang sedang berlangsung," kata Marape kepada Parlemen.


CopyRright@NBC NEWS PNG/PACNEWS


Publish by Admin 

Rabu, 16 Oktober 2019

PENDEMO MANUSIA PENUH MENTAL YANG HIDUP MENYUARAKAN SUARA RAKYAT

Oleh: (Shunix Onetox DMP)

PENDEMO - Demo punya cerita yang sangat berbeda  dari pikiran setiap Manusia di muka Bumi ini Karena Manusia Pendemo itu dia tersendiri.

Manusia pendemo itu Memiliki isi pikiran hati mereka terhitung/terdiri dari Manusia pendemo sendiri dengan gaya mereka karena, Mereka itu penyambung suara isi hati Rakyat di muka umum dengan pola pikir mereka Manusia Pedemo.

Dimana mereka tak ada hentinya, mereka terus bersuara dan menyuarakan suara Rakyat dari isi hati mereka sendiri untuk Rakyat dan Bangsa itu di dunia penuh ketidakadilan ini.

SAYA - Shunix Onetox DMP, di Media Sosial yang saya ikuti dan lihat. Banyak orang muat status, komentar, dan lain-lani. Mereka ada yang berkata kepada Manusia Pendemo itu.

Jadi disini saya mau bicara, Yang saya tanggapi satu komentar dari satu orang punya kata, Disini saya tidak akan sebut namanya.

DIA - Berkata: Bersuara atau berjuang untuk kebebasan suatu Bangsa itu ada banyak cara. Jadi jalan menuju kebebasa itu BUKAN LEWAT DEMO SAJA.

Tapi saya mau komentar saja dari tulisan singkat diatas ini bahwa, Apa yang PEDEMO bersuara dan berjuang dengan gaya mereka itu, Anda sama sekali tidak akan bisa samakan mereka para PENDEMO. Karena setiap Manusia yang hidup di DUNIA ini punya pola pikir dan gaya masing-masing untuk Bangsa.

Jadi sekali lagi saya mau bilang saja, Tanpa sadar diri anda sudah menyatukan harga diri Manusia PEDEMO itu di publik maupun di muka umum.

Jika anda, dan kamu Manusia sadar jangan menyatukan para PEDEMO karena, merekalah penyambung suara Rakyat untuk kebebasan Bangsa.

Hormat Mereka PENDEMO - Generasi Bangsa Papua.
Hormat juga yang mendalam, PENDEMO - Legendari Bangsa Papua

*BUCTAR TABUNI
*MAKO TABUNI

HIDUP PARA PAHLAWAN PEDEMO BANGSA PAPUA
              |SalamSatuJiwa|
     
              *Na Kwenang Afe

#FreeWestPapua #HidupParaPedemo #MahasisawaPapua
#HidupBangsaPapua #HidupRakyatWestPapua #HidupAMP #HidupSolidaritas #HidupKNPB #Hidup #ULMWP #FreeMelanesia

"LANDASAN RAKYAT" PERJUANGAN YANG PALING KOKOH.



By: (ipouabadi_medawogii)


Prose perjuangan bangsa di Tingkat Lokal, Nasional dan Internasional sangat membutuhkan kekuatan rakyat. Kekuatan perjuangan harus lahir dari kekuatan basis rakyat yang telah dilandasi oleh Ideologi dan Nasionalisme Merdeka sehingga para generasi muda sebagai tulang punggun bangsa harus memiliki professional perjuangan yang sejati.

Perjuangan Papua merdeka bukan sebatas membalik telapak tangan manusia. sebua Perjuangan sangat mebutuhkan Pengorbanan yang dikaji dari berbagai aspek. Perjuangan membutuhkan kualitas, efisiensi dan profesionalisme perjuangan dalam membentuk karakter bangsa Papua menjadi diplomasi basis. Tak terpungkuri juga bahwa sebuah pengorbanan diri dalam Perjuangan yang sangat bernilai sebagai kekuatan diri dalam kehidupannya. Jika anda terpilih sebagai pejuang dalam sebuah kebenaran maka anda harus mengetahui sebuah pengorbanan dan konsekuensi yang anda akan berikan kepada perjuangan bangsa karena perjuangan tersebut terukir dalam pengorbanan diri anda.

Ketika selama ini proses kerja perjuangan dan proses kerja Politik yang sedang dijalankan oleh generasi anak bangsa di maka sangat dibutuhkan untuk menerjemahkan Ideologi Papua Merdeka kepada rakya yang sesungguhnya sehingga tanpak sebuah Perjuangan yang berorientasi atas dasar basis Perjuangan Papua Merdeka di mana saja anda berada.

#

Senin, 07 Oktober 2019

Nasib Cinta burung merpati yang malang, taman cenderawasih di (wamena


Kehadiran mu adalah malapetaka untuk hatiku
Semuanya menjadi prahara dijiwa yang sebelumnya tenang.
Sungguh kau bahagia dengan apa yang aku alami.

Wahai burung merpati pengacau kedamaian.!
Inikah yang kau ingin lihat dihidupku?
Apakah keuntungan dari ini semua?
Kenapa kau tidak pergi untuk selamanya dari hidup dan matiku? Bahkan dalam mimpi pun kuharap kau tidak memperlihatkan diri.

Bukalah topeng kesedihan mu, duhai merpati putih pecinta cinta di hati penuh yang dusta.
Usaikanlah derai air mata palsu dan sedu sedan penuh kemunafikan mu
Hingga seribu kali matahari terbangun dan kembali terlelap kau bersimpuh memohon kembali cinta ku. Tak akan perna kau mendapatkannya.

Tipu dayamu tak dapat lagi ku maafkan. 
Ini sudah menjadi batas terakhir kebersamaan ku di percintaan.
Pergilah kasih “merpati putih” dari cinta cenderawasih “west papua”.

RAKYAT PEJUANG



 OLEH: Tn. VICTOR F. YEIMO
   (jubir internasional KNPB)


Rakyat pejuang!

Teruskan perlawanan tanpa batas suku, ras, agama, dan kelas sosial! Karena itu satu-satunya jalan. Ingatlah! Walau penindasan hadir dengan sentimen sara, kita tidak berjuang karena sentimen ras dan agama. Itu bukanlah landasan perlawanan kita.

Kita berjuang karena kemanusiaan kita ditindas oleh manusia lain yang merasa lebih superior dari kita. Kita berjuang karena hak atas tanah air kita hilang dirampas dan dikuasai bangsa lain. Kita berjuang karena kehendak bernegara sendiri secara politik telah dirampas oleh nafsu ekspansionis dan kolonisasi bangsa-negara lain.

Planet ini milik kita bersama. Kita pun berhak hidup dan menghidupi negeri ini dengan imajinasi kebangsaan kita sendiri. Kita berhak dan berkuasa menyimpulkan diri kita dan menentukan nasib masa depan kita sendiri tanpa kuasa negara penjajah.

Karenanya, untuk kesekian kali saya katakan, jangan pernah menggantungkan nasib masa depan kita dalam kekuasaan kolonial. Jangan pula mencari secuil harga diri dalam kolonial, karena anda tidak akan pernah mendapatkannya. Karena kenikmatan dalam kolonial hanyalah semu dan sebentar hilang terhanyut dalam laju arus pemusnahan.

Kematian dalam penjajahan itu pasti dan biasa. Tetapi yang luar biasa adalah yang terjajah mati terus dalam kesunyian tanpa perlawanan. Ketika yang terjajah malas tahu, acuh tak acuh, diam dalam ketakutan, dan membiarkan kesadaran palsu tumbuh subur dalam otak kita, maka itu tragedi kematian yang luar biasa.

WS Rendra itu bilang: "Kesadaran adalah Matahari, Kesabaran adalah Bumi, Keberanian menjadi Cakrawala, dan Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata". Karenanya, mari sadar bersatu dan lawan! Melawan dengan damai dan bermartabat! Karena perjuangan ini juga bertujuan untuk menyadarkan para penindas untuk berhenti menindas.

Salam sayang,

Monyet Buronan!
Tepian angin malam!

Entri yang Diunggulkan

PEMAKARAN ITU POLITIK KOLONIALISME