Sabtu, 19 Oktober 2019

KEHARUSAN KETUA DPRP PAPUA " ORANG ASLI PAPUA" TIDAK ADA LEGALITAS DI UU OTSUS NO 21 TAHUN 2001.?


Kami (rakyat) papua tahu bahwa, Undang-undang No 21 tahun  2001 tidak mengatur tentang keharusan Ketua DPRP  orang asli papua bahkan pendelegasian dari amanat Otsus itu sendiri pun tidak ada regulasi  (perdasi) yang melegitimasi Ketua DPRP harus Orang asli Papua

Kami (rakyat) papua, tahu sesuai dengan peraturan perundang undangan Otsus  mengatur tentang gubernur harus orang papua, bukan DPRP.

Sebagaimana diatur dalam  Pasal 12
Yang dapat dipilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Warga Negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat:
a. orang asli Papua. Kami tahu dalam Amanat Otsus mengatur tentang gubernur papua diharuskan orang asli papua seperti apa yang tercantum diatas.

Kami (rakyat) papua yang peduli dengan pemimpin yang humanis serta dedikasi yang tinggi terhadap rakyat papua diberbagai aspek. Sehingga jika prinsip Eksistensi Otsus  adalah mengatur rumah tangga sendiri/prakarsa sendiri (Desentralisasi). Maka indonesia sebagai negara  hukum dan demokrasi tentunya wajib berdasarkan kehendak rakyat  sebagai hukum tertinggi, karena rakyat adalah pemegang  kedaulatan tertinggi dan kerjakan oleh MPR. dengan melihat potret konsep negara indonesia seperti itu berarti MPR salah mengeluarkan ketetapan dalam pembentukan Undang-undang Otsus, sehingga hari ini dalam konteks kehidupan rakyat papua  Otsus gagal karena  tidak mampu memproteksi hak-hak Fundamental Rakyat Papua.

Kami (Rakyat) papua menuntut sebuah kata yang perna diucapkan oleh Surya Palo bahwa suatu saat anak dari ufuk timur akan jadi presiden dikelak, ungkapan itu kami (rakyat) papua menafsirkan bahwa Rekomendasi Ketua DPRP Papua akan diberikan kepada anak bangsa papua bukan Orang darah campuran melayu.

Soal rekomendasi itu hak  prerogatif sebagai ketua Partai atau pemegang kekuasaan. Maka tidak diharuskan untuk relevansi dengan undang-undang dan hukum yang ada. Lanrenzus Kadepan Juga sudah menang di beberapa kabupaten dan juga sebagai kader terbaik partai nasdem. Hal ini menunjukan satu kebijakan politik yang mendiskreditkan intelektualitas  dan marginalisasi terhadap orang asli papua.

Jumat, 18 Oktober 2019

Pemerintah PNG Siap Menyambut Pengungsi Papua Barat Jika Mereka Rasa Tidak Aman di West Papua


Thursday, 17 October 2019

P hoto of PNG PM James Marape when he speech at Parliament Haous of PNG (pic google supplied)

17:23 GMT + 12, 14/10/2019, Papua Nugini
  Papua Nugini siap menyambut para pengungsi dari Papua Barat jika mereka memutuskan untuk mencari perlindungan di negara itu. 


Report in English, please click here, PNG welcome West Papua refugees
 
Perdana Menteri James Marape membuat pernyataan ini di Parlemen pada hari Jumat Tanggal 17 October 2019 ketika menanggapi serangkaian pertanyaan oleh Pemimpin Oposisi Belden Namah tentang sikap pemerintah terhadap konflik Papua Barat yang sedang berlangsung dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
 
“Izinkan saya mengumumkan kepada dunia, jika situasi pengungsi terjadi akibat konflik Politik di Papua Barat, maka kami adalah orang Melanesia, kami siapmengeluarkan sisa sisa uang toeaKami yang terakhir Demi Untukkami menerima pengungsi rakyat Papua Barat yang merupakan Satu bangsa dengan negara kami.
 
“Itu kalau mereka datang, kita orang Melanesia keramahtamahan kita tetap berjaga sampai pada biaya kita sendiri yang akan bertanggungjawab, Dan kita akan mengurusnya.

“Tetapi pada contoh pertama apa pun yang terjadi di sisi lain perbatasan adalah milik pemerintah Indonesia, adalah tanggung jawab mereka, kami hanya dapat memberi saran dan kami hanya dapat menyampaikan kekhawatiran dari sisi ini,” kata PM Marape.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Marape lebih lanjut mengatakan PNG akan menghormati kedaulatan Indonesia dan tidak ikut campur dalam urusannya.
 
Dia mengatakan kebijakan luar negeri PNG selalu menjadi 'Teman untuk semua dan musuh bagi siapa pun.'
 
Marape mengatakan selain mendukung seruan selama Forum Kepulauan Pasifik baru-baru ini, untuk penyelidikan independen terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia, ia secara pribadi memanggil Duta Besar Indonesia untuk PNG guna briefing dan menyampaikan ketidakpuasannya atas kerusuhan yang sedang berlangsung.
 
“Sejauh tanggung jawab terhadap lingkungan internasional yang lebih besar yang kami miliki, kami mengirimkan kekhawatiran itu melalui saluran diplomatik melintasi Istana di Jakarta dan Istana telah mendengar keprihatinan kami.
 
“Tanggapan yang kami dapatkan dari Indonesia adalah bahwa Presiden lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang di Papua Barat.
 
"Faktanya, dia telah melakukan satu perjalanan yang dikenal ke Papua Barat sejak insiden itu terjadi untuk duduk dan memulai berbarengandengan Dewan dan Kepala di sana yang sedang berlangsung," kata Marape kepada Parlemen.


CopyRright@NBC NEWS PNG/PACNEWS


Publish by Admin 

Rabu, 16 Oktober 2019

PENDEMO MANUSIA PENUH MENTAL YANG HIDUP MENYUARAKAN SUARA RAKYAT

Oleh: (Shunix Onetox DMP)

PENDEMO - Demo punya cerita yang sangat berbeda  dari pikiran setiap Manusia di muka Bumi ini Karena Manusia Pendemo itu dia tersendiri.

Manusia pendemo itu Memiliki isi pikiran hati mereka terhitung/terdiri dari Manusia pendemo sendiri dengan gaya mereka karena, Mereka itu penyambung suara isi hati Rakyat di muka umum dengan pola pikir mereka Manusia Pedemo.

Dimana mereka tak ada hentinya, mereka terus bersuara dan menyuarakan suara Rakyat dari isi hati mereka sendiri untuk Rakyat dan Bangsa itu di dunia penuh ketidakadilan ini.

SAYA - Shunix Onetox DMP, di Media Sosial yang saya ikuti dan lihat. Banyak orang muat status, komentar, dan lain-lani. Mereka ada yang berkata kepada Manusia Pendemo itu.

Jadi disini saya mau bicara, Yang saya tanggapi satu komentar dari satu orang punya kata, Disini saya tidak akan sebut namanya.

DIA - Berkata: Bersuara atau berjuang untuk kebebasan suatu Bangsa itu ada banyak cara. Jadi jalan menuju kebebasa itu BUKAN LEWAT DEMO SAJA.

Tapi saya mau komentar saja dari tulisan singkat diatas ini bahwa, Apa yang PEDEMO bersuara dan berjuang dengan gaya mereka itu, Anda sama sekali tidak akan bisa samakan mereka para PENDEMO. Karena setiap Manusia yang hidup di DUNIA ini punya pola pikir dan gaya masing-masing untuk Bangsa.

Jadi sekali lagi saya mau bilang saja, Tanpa sadar diri anda sudah menyatukan harga diri Manusia PEDEMO itu di publik maupun di muka umum.

Jika anda, dan kamu Manusia sadar jangan menyatukan para PEDEMO karena, merekalah penyambung suara Rakyat untuk kebebasan Bangsa.

Hormat Mereka PENDEMO - Generasi Bangsa Papua.
Hormat juga yang mendalam, PENDEMO - Legendari Bangsa Papua

*BUCTAR TABUNI
*MAKO TABUNI

HIDUP PARA PAHLAWAN PEDEMO BANGSA PAPUA
              |SalamSatuJiwa|
     
              *Na Kwenang Afe

#FreeWestPapua #HidupParaPedemo #MahasisawaPapua
#HidupBangsaPapua #HidupRakyatWestPapua #HidupAMP #HidupSolidaritas #HidupKNPB #Hidup #ULMWP #FreeMelanesia

"LANDASAN RAKYAT" PERJUANGAN YANG PALING KOKOH.



By: (ipouabadi_medawogii)


Prose perjuangan bangsa di Tingkat Lokal, Nasional dan Internasional sangat membutuhkan kekuatan rakyat. Kekuatan perjuangan harus lahir dari kekuatan basis rakyat yang telah dilandasi oleh Ideologi dan Nasionalisme Merdeka sehingga para generasi muda sebagai tulang punggun bangsa harus memiliki professional perjuangan yang sejati.

Perjuangan Papua merdeka bukan sebatas membalik telapak tangan manusia. sebua Perjuangan sangat mebutuhkan Pengorbanan yang dikaji dari berbagai aspek. Perjuangan membutuhkan kualitas, efisiensi dan profesionalisme perjuangan dalam membentuk karakter bangsa Papua menjadi diplomasi basis. Tak terpungkuri juga bahwa sebuah pengorbanan diri dalam Perjuangan yang sangat bernilai sebagai kekuatan diri dalam kehidupannya. Jika anda terpilih sebagai pejuang dalam sebuah kebenaran maka anda harus mengetahui sebuah pengorbanan dan konsekuensi yang anda akan berikan kepada perjuangan bangsa karena perjuangan tersebut terukir dalam pengorbanan diri anda.

Ketika selama ini proses kerja perjuangan dan proses kerja Politik yang sedang dijalankan oleh generasi anak bangsa di maka sangat dibutuhkan untuk menerjemahkan Ideologi Papua Merdeka kepada rakya yang sesungguhnya sehingga tanpak sebuah Perjuangan yang berorientasi atas dasar basis Perjuangan Papua Merdeka di mana saja anda berada.

#

Senin, 07 Oktober 2019

Nasib Cinta burung merpati yang malang, taman cenderawasih di (wamena


Kehadiran mu adalah malapetaka untuk hatiku
Semuanya menjadi prahara dijiwa yang sebelumnya tenang.
Sungguh kau bahagia dengan apa yang aku alami.

Wahai burung merpati pengacau kedamaian.!
Inikah yang kau ingin lihat dihidupku?
Apakah keuntungan dari ini semua?
Kenapa kau tidak pergi untuk selamanya dari hidup dan matiku? Bahkan dalam mimpi pun kuharap kau tidak memperlihatkan diri.

Bukalah topeng kesedihan mu, duhai merpati putih pecinta cinta di hati penuh yang dusta.
Usaikanlah derai air mata palsu dan sedu sedan penuh kemunafikan mu
Hingga seribu kali matahari terbangun dan kembali terlelap kau bersimpuh memohon kembali cinta ku. Tak akan perna kau mendapatkannya.

Tipu dayamu tak dapat lagi ku maafkan. 
Ini sudah menjadi batas terakhir kebersamaan ku di percintaan.
Pergilah kasih “merpati putih” dari cinta cenderawasih “west papua”.

RAKYAT PEJUANG



 OLEH: Tn. VICTOR F. YEIMO
   (jubir internasional KNPB)


Rakyat pejuang!

Teruskan perlawanan tanpa batas suku, ras, agama, dan kelas sosial! Karena itu satu-satunya jalan. Ingatlah! Walau penindasan hadir dengan sentimen sara, kita tidak berjuang karena sentimen ras dan agama. Itu bukanlah landasan perlawanan kita.

Kita berjuang karena kemanusiaan kita ditindas oleh manusia lain yang merasa lebih superior dari kita. Kita berjuang karena hak atas tanah air kita hilang dirampas dan dikuasai bangsa lain. Kita berjuang karena kehendak bernegara sendiri secara politik telah dirampas oleh nafsu ekspansionis dan kolonisasi bangsa-negara lain.

Planet ini milik kita bersama. Kita pun berhak hidup dan menghidupi negeri ini dengan imajinasi kebangsaan kita sendiri. Kita berhak dan berkuasa menyimpulkan diri kita dan menentukan nasib masa depan kita sendiri tanpa kuasa negara penjajah.

Karenanya, untuk kesekian kali saya katakan, jangan pernah menggantungkan nasib masa depan kita dalam kekuasaan kolonial. Jangan pula mencari secuil harga diri dalam kolonial, karena anda tidak akan pernah mendapatkannya. Karena kenikmatan dalam kolonial hanyalah semu dan sebentar hilang terhanyut dalam laju arus pemusnahan.

Kematian dalam penjajahan itu pasti dan biasa. Tetapi yang luar biasa adalah yang terjajah mati terus dalam kesunyian tanpa perlawanan. Ketika yang terjajah malas tahu, acuh tak acuh, diam dalam ketakutan, dan membiarkan kesadaran palsu tumbuh subur dalam otak kita, maka itu tragedi kematian yang luar biasa.

WS Rendra itu bilang: "Kesadaran adalah Matahari, Kesabaran adalah Bumi, Keberanian menjadi Cakrawala, dan Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata". Karenanya, mari sadar bersatu dan lawan! Melawan dengan damai dan bermartabat! Karena perjuangan ini juga bertujuan untuk menyadarkan para penindas untuk berhenti menindas.

Salam sayang,

Monyet Buronan!
Tepian angin malam!


Suami (Indonesia) yang ganteng dan tampang yang tangguh, berani, dan serta perkasa menghamili saya (papua). sayang anak kita dalam perut memintah untuk di harus keluar dan dia pun ingin melihat dunia yang indah dan nan kaya dan raya ini, anak kita juga ingin bahagia seperti tong dua menikmati Ciptaan Tuhan ini.
Sayang Alias Suami (Indonesia) Suami tersayang, masih Ingat kah? Tidak ni!! Waktu itu depan Bapak (belanda) nenek (Amerika) pada 15 agustus 1962, kita sudah sepakat bahwa kita hidup bersama hanya selama 25 tahun saja. Suami ku sayang (Indonesia) Anak kita sudah besar dalam Rahim ni Kapan dia keluar kah? Maskawin, Uang susu juga sayang belum bayak kasih ke orang tua saya too. Suami ku tersayang Saya sangat menyesal Sekali menerima ko apa adanya, waktu itu kita berjanji depan Orang tua (PBB) kita Bahwa kami tidak akan Ingkar janji baru sekarang sayang tidak mau bertangguang jawab, Sayang saya sangat menyesal oo. Mengenal suami abunawas seperti dirimu.
Suami ku tersayang (Indonesia) saya sudah panggil saudara laki-laki yang ada di kampung sebelah (negara-negara fasifik) jadi kita akan selesaikan di depan Orang tua kita (PBB), Ko Kira ko pu gosi saja kah? Yang bisa buat saya hamil laki-laki tidak bertanggungjawab. Ko pikir saya punya kandungan ini murah kah? Masih ada jantang lain yang akan menghamili saya dan akan lunas tuntaskan Maskawin saya. Ko pikir say wanita murahan jadi ko menghamili saya segampang begitu...
Sayang (Indonesia) saya sudah beralih hati ke pria lain, sudah dari lama saya sudah bilang ke ko bahwa jangan sekali-kali mengeluarkan air wanita (Papua), karena disaat ada pria lain yang datang menghapus air mata. Maka akan merasakan sakit hati yang mendalam di lini kehidupan mu (Indonesia), Sayang wae minta minta doa sertu mu yaa kini saatnya saya juga mau happy dengan pria lain untuk selamanya agar anak-anak yang lahirkan nanti bisa melihat dunia yang penuh kebagiaan ini sehingga anak yang akan saya lahir tidak sia-sia saya lahirkan demi menjadi ahli pewaris hak pemilikan mereka. Dengan hal saya juga pun akan merasakan kebahagiaan tersendiri didalam hidup ku.
Walau berat hati ku melepaskan diri mu pergi, maafkan saya sayang (Indonesia) memang itu langka dan solusi terbaik dalam proses penyelesaian masalah berkeluarga dan berumah tangga, ko juga pasti bosan dengan sikap ku yang tegas,tidak perna mandi,pemberontak,maunya harus dimanja. Sayang waee saya juga berharap ko juga memahami hal itu.
Sayang (Indonesia) saya juga tahu di antara semua laki-laki tidak ada mege/uang adalah dirimu, saya juga merasa prihatin dengan sumber pendapatan mu. Saya sebagai pasti punya banyak kebutuhan ko pasti tidak memenuhi kebutuhan itu. Anak mau lahir saja ko bilang belum saatnya padahal dalam perut di berteriak dengan suara yang tegas untuk dia harus keluar dari dalam kegelapan kandungan ku.
Selamat jalan koya uwetiyii laki-laki murahan (Indonesia), saya harap mantan suami bukan musih yaa Bapa (PBB) Akan undang kita berdua untuk makan sama-sama di satu meja, mantan suami ko jangan cemburu e juga pasti akan duduk sama" dengan suami baru ku dimeja makan itu. Disana juga pasti ada saudara-laki-laki yang ganteng dan berani (NEGARA-NEGARA FASIFIK).mereka juga akan manjakan saya, karena mereka adalah Adalah saudara-saudara ku.
"Salam termanis Untuk mu Suami talepas/ Mantan suami yang Miskin"
  

 Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

1. Pendahuluan

Sesuai teori ilmu politik dan pemerintahan, pemekaran suatu daerah, desa,  kecamatan, kabupaten/provinsi lazimnya mempunyai atau memenuhi beberapa kriteria. Kriteria/syarat itu sebagai berikut.
(a) Luas/letak wilayah;
(b) Jumlah penduduk;
(c) Sumber Daya Manusia;
(d) Sumber daya alam.

Dalam konteks West Papua dari Sorong-Merauke, sebagai wilayah koloni atau pendudukan dan penjajahan Indonesia, syarat-syarat ini tidak berlaku. Karena misi dan tujuan penguasa kolonial Indonesia di West Papua seperti yang dijelaskan oleh Herman Wayoi.

"Pemerintah Indonesia hanya berupaya menguasai daerah ini, kemudian merencanakan pemusnahan Etnis Melanesia dan menggatinya dengan Etnis Melayu dari Indonesia. Hal ini terbukti dengan mendatangkan transmigrasi dari luar daerah dalam jumlah ribuan untuk mendiami lembah-lembah yang subur di Tanah Papua. Dua macam operasi yaitu Operasi Militer dan Operasi Transmigrasi menunjukkan indikasi yang tidak diragukan lagi dari maksud dan tujuan untuk menghilangkan Ras Melanesia di tanah ini..."    (Sumber:  Pemusnahan Etnis Melanesia: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan Di Papua Barat: Yoman, 2007, hal. 143). Dikutip dari Makalah Tanah Papua (Irian Jaya) Masih Dalam Status Tanah Jajahan: Mengungkap Hati Nurani Rakyat Tanah Papua ( Bandar Numbay, Medyo Februari 1999).

Wayoi menegaskan pula:

 "Secara de facto dan de jure Tanah Papua atau Irian Jaya tidak termasuk wilayah Indonesia berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945. Jadi, Tanah Papua bukan wilayah Indonesia, melainkan dijadikan daerah perisai/tameng atau bumper bagi Republik Indonesia" ( Yoman: hal. 137-138). 

Pemekaran kabupaten/provinsi di West Papua sebagai operasi militer itu terbukti dengan dokumen-dokumen Negara sangat rahasia. 

Departemen Dalam Negeri, Ditjen Kesbang dan LINMAS: Konsep Rencana Operasi Pengkondisian Wilayah dan Pengembangan Jaringan Komunikadi dalam Menyikapi Arah Politik Irian Jaya (Papua) untuk Merdeka dan Melepaskan Diri Dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( Sumber: Nota Dinas. No.578/ND/KESBANG/D IV/VI/2000 tanggal 9 Juni 2000 berdasarkan radiogram Gubernur (caretaker) Kepala Daerah Tingkat I Irian Jaya No. BB.091/POM/060200 tanggal 2 Juni 2000 dan No.190/1671/SET/tertanggal 3 Juni 2000 yang berhubungan dengan tuntutan penentuan nasib sendiri orang Asli Papua. 

Adapun data lain:  "Dokumen Dewan Ketahanan Nasional Sekretariat Jenderal, Jakarta, 27 Mei 2003 dan tertanggal 28 Mei 2003 tentang: 'Strategi Penyelesaian Konflik Berlatar Belakang Separatisme di Provinsi Papua melalui Pendekatan Politik Keamanan."

Lembaga-lembaga yang melaksanakan operasi ini ialah Departemen Dalam Negeri, Departemen Pertahanan dan Keamanan, Departemen Luar Negeri, khusus untuk operasi diplomasi, Kepolisian Kepolisian Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), Badan Intelijen Stategis (BAIS TNI), KOSTRAD dan KOPASSUS.

2. Komparasi Jumlah Penduduk

2.1. Jumlah Penduduk Jawa Barat 46.497.175 jiwa.

2.2. Jumlah Penduduk Jawa Tengah 35.557.248 jiwa.

2.3. Jumlah Penduduk Jawa Timur 38.828.061 jiwa.

2.4. Jumlah Penduduk West Papua dalam dua provinsi masing-masing:  Papua 3.322.526 jiwa dan Papua Barat 1.069.498 jiwa.

Total Papua dan Papua Barat hanya 4.392.024.

Dari perbandingan jumlah Penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan West Papua terlihat terlampau jauh dan tidak rasional dan realistis untuk pemekaran kabupaten/provinsi di West Papua dari Sorong-Merauke.

Pertanyaannya ialah apakah penduduk hanya 4.392.024 membutuhkan banyak pemekaran kabupaten dan provinsi?

Dari kenyataan seperti ini, Pemusnahan Etnis Melanesia adalah nyata di depan mata kita. 

Ini kejahatan Negara dalam keadaan sadar. Ini kejahatan pemerintah Indonesia dengan cara sistematis, terstruktur, terprogram dan masif.

Pemekaran kabupaten dan provinsi juga Politik Adu-Domba-Devide et Impera bagi rakyat dan bangsa West Papua. 

3. Pengalaman Afrika Selatan

Penguasa kolonial Apartheid di Afrika Selatan pada tahun 1978, Peter W. Botha menjadi Perdana Menteri dan ia menjalankan politik adu-domba dengan memecah belah persatuan rakyat Afrika Selatan dengan mendirikan Negara-negara boneka:

3.1. Negara Boneka Transkei.

3.2. Negara Boneka Bophutha Tswana.

3.3. Negara Boneka Venda.

3.4. Negara Boneka Ciskei.

(Sumber: 16 Pahlawan Perdamaian Yang Paling Berpengaruh: Sutrisno Eddy, 2002, hal. 14).

Dalam konteks West Papua, penguasa kolonial Indonesia membuka kabupaten dan provinsi boneka Indonesia di Papua. Di dalamnya membangun basis-basis TNI-Polri untuk mengawasi kehidupan Orang Asli Papua, bahkan membantai mereka dengan berbagai bentuk stigma. 

4. Saran dan masukan.

4.1. Para sarjana dan orang-orang terdidik dari bangsa West Papua, kelola dan bangun bangsamu dengan kabupaten dan provinsi yang sudah ada. 

4.2. Anda semua harus sadar bahwa proses pemusnahan etnis bangsa West Papua dilakukan oleh Negara dan pemerintah Indonesia yang menduduki dan menjajah dengan terang-terangan dan juga tertutup.

4.3. Ikutilah dengan cermat bahwa Negara mendatangkan orang luar/orang Melayu Indonesia tanpa terkendali dengan tujuan perubahan demografi dan bagian tak kerpisahkan pemusnahan etnis bangsa West Papua.

Dalam keadaan sangat memprihatikan seperti ini rakyat dan bangsa West Tetap mempunyai Martabat (Dignity) dan HARAPAN (HOPE).

Waa...Nowe Nawot Kinaonak.

Ita Wakhu Purom, 10 Juli 2019.

Minggu, 06 Oktober 2019

PERIHAL DISKUSI LEPAS Di Jayapura, 05 Oktober 2019



Thema: menyikapi Situasi Terkini

Prolog:

Segala puji dan syukur bagi-Mu Allah Bangsa Papua Barat, karena dengan kasih dan pertolongannya kami bisa berkarya di Negeri yang penuh dengan susu dan madu ini.

Dasar pemikiran.

Dengan dilihatnya marak pengungsian mahasiswa  se kota jayapura, pada umumnya papua dan papua barat. Tanpa mengalisis siatusi yang sedang terjadi ini dengan baik. Kemudian pengungsian besar-besaran itu menimbulkan traumatis tersebar di wilayah mepago dan hal  tersebut membetuk mental yang pragmatis, apatis dan menghilangkan idelisme mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kehidupan rakyat.

Kami mahasiswa Mepago yang masih bertahan di kota studi jayapura asal dari mepago. Juga turut prihatin terhadap nasib dari teman-teman Exodus, sehingga kami sudah lakukan pertemuan internal 2 kali untuk membentuk Tim dan pastikan posko exodus mepago di jayapura. Tetapi dengan situasi yang begitu mencekan sehingga tidak sempat kami konsolidasi ke teman-teman exodus megapo yang sedang berada di jayapura.

Setelah rapat itu kami lansung kami bagikan informasi ke setiap group mesengger maupun WA, kami penghuni asrama jadi korlap umum untuk posko exodus mepago di jayapura. Hasil informasi itu direspons  oleh pemda paniai dan telfon kami, bupati sampai apakah benar di asrama paniai ada posko? Kami sampaikan iya benar tetapi, kami sedang konsolidasi tetapi nampaknya teman-teman exodus sebagian besar di nabire dan beliau sampaikan baikalah, jika demikian nanti saya datang cek penghuni asrama dan mahasiswa jayapura yang masih bertahan di kota studi sambil diskusikan situasi terkini di mepago dan pada papua umumnya.

Epilog:
Kami mahasiswa jayapura yang masih bertahan di jayapura, setelah diskusi lepas pemda yang juga orang dalam memberikan moril,  lansung serakan sikap pernyataan (statmen) sebagai berikut:

1. Kami mendesak pemda dengan secepatnya siapakan dana trasportasi pulang untuk mahaiswa yang masih berada diluar papua, jika kondisi tidak memungkinkan mereka bertahan disana.
2. Pemerintah diharapkan mengikuti kemauan mahasiswa eksodus karena, baik dan buruknya situasi tempat kota studi mereka yang sedang mengalami.
3. Pulangkan mahasiswa yang masih berada yang berada diluar papua, jiam situasi tidak memungkinkan mereka bertahan disana.
4. Kami mendesak secepatnya pemda akomodir kepentingan dan kesejatraan mahasiswa yang terlantar hingga kini belum diperhatikan oleh pemda.
5. Pemda segera siapkan salah saru yang layak untuk menampung mahasiwa eksodus untuk mempermudah mendata mahasiswa yang sudah pulang ke tanah air.
6. Pemda segera membuka akses kebebasan demokrasi untuk menyampaikan pendapat dimuka umum seluas-luasnya sebagaimana diatur dalam undang-undang no 28 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.
7. Pemda stop memaksa eksodus yang susah ada dipapua untuk kembali ke kota studinya masing-masing bila situasi mencekam.
8. Kami mendesak pemda tidak menghimbau kepada masyarakat paniai kalau paniai sudah aman dan damai, karena papua masih darurat kemanusian dan darurat militer.
9. Pemda stop objekan toko-toko agama, toko adat, toko masyarakat dan ormas-ormas binaan TNI/POLRI untuk menghalangi pergerakan masyarakat dan mahasiswa dalam berbagai massa aksi dan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pihakpemda.
10. Segera tarik militer organik dan non-organik dari paniai.
11. Segera bebaskan sembilang (9) aktivis anti rasisme yang masih tahan di polres paniai tanpa syarat.

Tanah Air Tabi papua, 05/10/2019

Selasa, 01 Oktober 2019

Pemimpin "Boneka Asing" Dalam Kebijakan Menyengsarakan rakyat..



Thema: menyikapi Situasi Terkini

Prolog:

Segala puji dan syukur bagi-Mu Allah Bangsa Papua Barat, karena dengan kasih dan pertolongannya kami bisa berkarya di Negeri yang penuh dengan susu dan madu ini.

Dasar pemikiran.

Dengan dilihatnya marak pengungsian mahasiswa  se kota jayapura, pada umumnya papua dan papua barat. Tanpa mengalisis siatusi yang sedang terjadi ini dengan baik. Kemudian pengungsian besar-besaran itu menimbulkan traumatis tersebar di wilayah mepago dan hal  tersebut membetuk mental yang pragmatis, apatis dan menghilangkan idelisme mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kehidupan rakyat.

Kami mahasiswa Mepago yang masih bertahan di kota studi jayapura asal dari mepago. Juga turut prihatin terhadap nasib dari teman-teman Exodus, sehingga kami sudah lakukan pertemuan internal 2 kali untuk membentuk Tim dan pastikan posko exodus mepago di jayapura. Tetapi dengan situasi yang begitu mencekan sehingga tidak sempat kami konsolidasi ke teman-teman exodus megapo yang sedang berada di jayapura.

Setelah rapat itu kami lansung kami bagikan informasi ke setiap group mesengger maupun WA, kami penghuni asrama jadi korlap umum untuk posko exodus mepago di jayapura. Hasil informasi itu direspons  oleh pemda paniai dan telfon kami, bupati sampai apakah benar di asrama paniai ada posko? Kami sampaikan iya benar tetapi, kami sedang konsolidasi tetapi nampaknya teman-teman exodus sebagian besar di nabire dan beliau sampaikan baikalah, jika demikian nanti saya datang cek penghuni asrama dan mahasiswa jayapura yang masih bertahan di kota studi sambil diskusikan situasi terkini di mepago dan pada papua umumnya.

Epilog:
Kami mahasiswa jayapura yang masih bertahan di jayapura, setelah diskusi lepas pemda yang juga orang dalam memberikan moril,  lansung serakan sikap pernyataan (statmen) sebagai berikut:

1. Kami mendesak pemda dengan secepatnya siapakan dana trasportasi pulang untuk mahaiswa yang masih berada diluar papua, jika kondisi tidak memungkinkan mereka bertahan disana.
2. Pemerintah diharapkan mengikuti kemauan mahasiswa eksodus karena, baik dan buruknya situasi tempat kota studi mereka yang sedang mengalami.
3. Pulangkan mahasiswa yang masih berada yang berada diluar papua, jiam situasi tidak memungkinkan mereka bertahan disana.
4. Kami mendesak secepatnya pemda akomodir kepentingan dan kesejatraan mahasiswa yang terlantar hingga kini belum diperhatikan oleh pemda.
5. Pemda segera siapkan salah saru yang layak untuk menampung mahasiwa eksodus untuk mempermudah mendata mahasiswa yang sudah pulang ke tanah air.
6. Pemda segera membuka akses kebebasan demokrasi untuk menyampaikan pendapat dimuka umum seluas-luasnya sebagaimana diatur dalam undang-undang no 28 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.
7. Pemda stop memaksa eksodus yang susah ada dipapua untuk kembali ke kota studinya masing-masing bila situasi mencekam.
8. Kami mendesak pemda tidak menghimbau kepada masyarakat paniai kalau paniai sudah aman dan damai, karena papua masih darurat kemanusian dan darurat militer.
9. Pemda stop objekan toko-toko agama, toko adat, toko masyarakat dan ormas-ormas binaan tni/polri untuk menghalangi pergerakan masyarakat dan mahasiswa dalam berbagai massa aksi dan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pihakpemda.
10. Segera tarik militer organik dan non-organik dari paniai.
11. Segera bebaskan sembilang (9) aktivis anti rasisme yang masih tahan di polres paniai tanpa syarat.

Tanah Air Tabi papua, 05/10/2019

Entri yang Diunggulkan

PEMAKARAN ITU POLITIK KOLONIALISME