Senin, 07 Oktober 2019

Nasib Cinta burung merpati yang malang, taman cenderawasih di (wamena


Kehadiran mu adalah malapetaka untuk hatiku
Semuanya menjadi prahara dijiwa yang sebelumnya tenang.
Sungguh kau bahagia dengan apa yang aku alami.

Wahai burung merpati pengacau kedamaian.!
Inikah yang kau ingin lihat dihidupku?
Apakah keuntungan dari ini semua?
Kenapa kau tidak pergi untuk selamanya dari hidup dan matiku? Bahkan dalam mimpi pun kuharap kau tidak memperlihatkan diri.

Bukalah topeng kesedihan mu, duhai merpati putih pecinta cinta di hati penuh yang dusta.
Usaikanlah derai air mata palsu dan sedu sedan penuh kemunafikan mu
Hingga seribu kali matahari terbangun dan kembali terlelap kau bersimpuh memohon kembali cinta ku. Tak akan perna kau mendapatkannya.

Tipu dayamu tak dapat lagi ku maafkan. 
Ini sudah menjadi batas terakhir kebersamaan ku di percintaan.
Pergilah kasih “merpati putih” dari cinta cenderawasih “west papua”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

PEMAKARAN ITU POLITIK KOLONIALISME