Thema: menyikapi Situasi Terkini
Prolog:
Segala puji dan syukur bagi-Mu Allah Bangsa Papua Barat, karena dengan kasih dan pertolongannya kami bisa berkarya di Negeri yang penuh dengan susu dan madu ini.
Dasar pemikiran.
Dengan dilihatnya marak pengungsian mahasiswa se kota jayapura, pada umumnya papua dan papua barat. Tanpa mengalisis siatusi yang sedang terjadi ini dengan baik. Kemudian pengungsian besar-besaran itu menimbulkan traumatis tersebar di wilayah mepago dan hal tersebut membetuk mental yang pragmatis, apatis dan menghilangkan idelisme mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kehidupan rakyat.
Kami mahasiswa Mepago yang masih bertahan di kota studi jayapura asal dari mepago. Juga turut prihatin terhadap nasib dari teman-teman Exodus, sehingga kami sudah lakukan pertemuan internal 2 kali untuk membentuk Tim dan pastikan posko exodus mepago di jayapura. Tetapi dengan situasi yang begitu mencekan sehingga tidak sempat kami konsolidasi ke teman-teman exodus megapo yang sedang berada di jayapura.
Setelah rapat itu kami lansung kami bagikan informasi ke setiap group mesengger maupun WA, kami penghuni asrama jadi korlap umum untuk posko exodus mepago di jayapura. Hasil informasi itu direspons oleh pemda paniai dan telfon kami, bupati sampai apakah benar di asrama paniai ada posko? Kami sampaikan iya benar tetapi, kami sedang konsolidasi tetapi nampaknya teman-teman exodus sebagian besar di nabire dan beliau sampaikan baikalah, jika demikian nanti saya datang cek penghuni asrama dan mahasiswa jayapura yang masih bertahan di kota studi sambil diskusikan situasi terkini di mepago dan pada papua umumnya.
Epilog:
Kami mahasiswa jayapura yang masih bertahan di jayapura, setelah diskusi lepas pemda yang juga orang dalam memberikan moril, lansung serakan sikap pernyataan (statmen) sebagai berikut:
1. Kami mendesak pemda dengan secepatnya siapakan dana trasportasi pulang untuk mahaiswa yang masih berada diluar papua, jika kondisi tidak memungkinkan mereka bertahan disana.
2. Pemerintah diharapkan mengikuti kemauan mahasiswa eksodus karena, baik dan buruknya situasi tempat kota studi mereka yang sedang mengalami.
3. Pulangkan mahasiswa yang masih berada yang berada diluar papua, jiam situasi tidak memungkinkan mereka bertahan disana.
4. Kami mendesak secepatnya pemda akomodir kepentingan dan kesejatraan mahasiswa yang terlantar hingga kini belum diperhatikan oleh pemda.
5. Pemda segera siapkan salah saru yang layak untuk menampung mahasiwa eksodus untuk mempermudah mendata mahasiswa yang sudah pulang ke tanah air.
6. Pemda segera membuka akses kebebasan demokrasi untuk menyampaikan pendapat dimuka umum seluas-luasnya sebagaimana diatur dalam undang-undang no 28 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.
7. Pemda stop memaksa eksodus yang susah ada dipapua untuk kembali ke kota studinya masing-masing bila situasi mencekam.
8. Kami mendesak pemda tidak menghimbau kepada masyarakat paniai kalau paniai sudah aman dan damai, karena papua masih darurat kemanusian dan darurat militer.
9. Pemda stop objekan toko-toko agama, toko adat, toko masyarakat dan ormas-ormas binaan tni/polri untuk menghalangi pergerakan masyarakat dan mahasiswa dalam berbagai massa aksi dan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pihakpemda.
10. Segera tarik militer organik dan non-organik dari paniai.
11. Segera bebaskan sembilang (9) aktivis anti rasisme yang masih tahan di polres paniai tanpa syarat.
Tanah Air Tabi papua, 05/10/2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar