Suami (Indonesia) yang ganteng dan tampang yang tangguh, berani, dan serta perkasa menghamili saya (papua). sayang anak kita dalam perut memintah untuk di harus keluar dan dia pun ingin melihat dunia yang indah dan nan kaya dan raya ini, anak kita juga ingin bahagia seperti tong dua menikmati Ciptaan Tuhan ini.
Sayang Alias Suami
(Indonesia) Suami tersayang, masih Ingat kah? Tidak ni!! Waktu itu
depan Bapak (belanda) nenek (Amerika) pada 15 agustus 1962, kita sudah
sepakat bahwa kita hidup bersama hanya selama 25 tahun saja. Suami ku
sayang (Indonesia) Anak kita sudah besar dalam Rahim ni Kapan dia keluar
kah? Maskawin, Uang susu juga sayang belum bayak kasih ke orang tua
saya too. Suami ku tersayang Saya sangat menyesal Sekali menerima ko apa
adanya, waktu itu kita berjanji depan Orang tua (PBB) kita Bahwa kami
tidak akan Ingkar janji baru sekarang sayang tidak mau bertangguang
jawab, Sayang saya sangat menyesal oo. Mengenal suami abunawas seperti
dirimu.
Suami ku tersayang (Indonesia) saya sudah
panggil saudara laki-laki yang ada di kampung sebelah (negara-negara
fasifik) jadi kita akan selesaikan di depan Orang tua kita (PBB), Ko
Kira ko pu gosi saja kah? Yang bisa buat saya hamil laki-laki tidak
bertanggungjawab. Ko pikir saya punya kandungan ini murah kah? Masih ada
jantang lain yang akan menghamili saya dan akan lunas tuntaskan
Maskawin saya. Ko pikir say wanita murahan jadi ko menghamili saya
segampang begitu...
Sayang (Indonesia) saya sudah
beralih hati ke pria lain, sudah dari lama saya sudah bilang ke ko bahwa
jangan sekali-kali mengeluarkan air wanita (Papua), karena disaat ada
pria lain yang datang menghapus air mata. Maka akan merasakan sakit hati
yang mendalam di lini kehidupan mu (Indonesia), Sayang wae minta minta
doa sertu mu yaa kini saatnya saya juga mau happy dengan pria lain untuk
selamanya agar anak-anak yang lahirkan nanti bisa melihat dunia yang
penuh kebagiaan ini sehingga anak yang akan saya lahir tidak sia-sia
saya lahirkan demi menjadi ahli pewaris hak pemilikan mereka. Dengan hal
saya juga pun akan merasakan kebahagiaan tersendiri didalam hidup ku.
Walau
berat hati ku melepaskan diri mu pergi, maafkan saya sayang (Indonesia)
memang itu langka dan solusi terbaik dalam proses penyelesaian masalah
berkeluarga dan berumah tangga, ko juga pasti bosan dengan sikap ku yang
tegas,tidak perna mandi,pemberontak,maunya harus dimanja. Sayang waee
saya juga berharap ko juga memahami hal itu.
Sayang
(Indonesia) saya juga tahu di antara semua laki-laki tidak ada mege/uang
adalah dirimu, saya juga merasa prihatin dengan sumber pendapatan mu.
Saya sebagai pasti punya banyak kebutuhan ko pasti tidak memenuhi
kebutuhan itu. Anak mau lahir saja ko bilang belum saatnya padahal dalam
perut di berteriak dengan suara yang tegas untuk dia harus keluar dari
dalam kegelapan kandungan ku.
Selamat jalan koya
uwetiyii laki-laki murahan (Indonesia), saya harap mantan suami bukan
musih yaa Bapa (PBB) Akan undang kita berdua untuk makan sama-sama di
satu meja, mantan suami ko jangan cemburu e juga pasti akan duduk sama"
dengan suami baru ku dimeja makan itu. Disana juga pasti ada
saudara-laki-laki yang ganteng dan berani (NEGARA-NEGARA FASIFIK).mereka
juga akan manjakan saya, karena mereka adalah Adalah saudara-saudara
ku.
"Salam termanis Untuk mu Suami talepas/ Mantan suami yang Miskin"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar